“Kita sekarang meresepkan antibiotik meski tidak ada bakteri,” kata Wong kepada AFP.
“Itu peresepan yang berlebihan. Ini salah satu yang kita coba untuk sampakan. Bisakah kita menentukan adanya infeksi bakteri dengan cepat.?”
Menurut artikel para peneliti, selain bisa mendeteksi keberadaan bakteri, alat tersebut juga bisa mulai mengklasifikasi jenis bakteri. Apakah sel-sel bakterinya berbentuk bulat, batang atau spiral.
“Alat ini menentukan keberadaan bakteri, namun bukan jenis bakterinya,” kata Wong. “Yang kami sedang kerjakan adalah pendekatan molekuler komplementer yang membantu kita mengidentifikasi spesiesnya.”
Setelah menemukan adanya bakteri, sample diberikan antibiotik untuk menentukan apakah jenis bakteri itu punya resistensi. Dalam kasus seperti ini, intervensi antibiotik terbukti tidak efektif.