Asteroid itu disebut melaju kencang melewati Bumi pada sore hari Sabtu ketika mencapai jarak terdekatnya ke Bumi. Pelacak asteroid NASA di Jet Propulsion Laboratory (JPL) menyebut tabrakan terjadi pada 4.22 sore waktu setempat pada hari Sabtu, 2 Februari. JPL pertama kali mengamati asteroid itu pada 25 Januari 2019.
Ukurannya disebut delapan kali panjangnya bus double-decker London dan 30 kali lebih panjang dari tempat tidur Queen.
Baca juga: NASA Curiosity Deteksi Gunung Sharp Misterius di Mars
Asteroid yang jauh lebih kecil saja dulu menyebabkan kerusakan besar saat menghantam Bumi. Contohnya adalah Meteor Chelyabinsk 2013, yang meledak di Oblast Chelyabinsk di Rusia enam tahun lalu.