SEOUL - Produsen mobil Korea, Hyundai tengah mengembangkan airbag yang bisa meminmalisir terjadinya risiko tabrakan beruntun. Dalam konteksi ini, Hyundai berfikir terhadap benturan dari belakang, ketika tabrakan beruntun terjadi.
Airbag kedua yang terdapat pada jajaran produk Hyundai nantinya akan bekerja ketika terjadi benturan kedua atau biasa ditemui saat tabrakan beruntun. Pengamanan airbag standar tetap akan bekerja pada benturan pertama.
Dalam siaran resmi seperti dikutip dari Autoevolution, Hyundai mengungkap bahwa dampak awal benturan pada kecelakaan pertama tidak terlalu berisiko besar, namun perubahan posisi saat terjadi tabrakan kedua dinilai Hyundai bisa mengakibatkan risiko besar bagi penumpang
Teknologi yang sedang dikerjakan Hyundai akan dapat mendeteksi status mobil itu sendiri dan penumpang dan menentukan apakah inflasi airbag diperlukan, bahkan setelah dampak pertama.
"Dengan meningkatkan kinerja airbag dalam skenario multi-tabrakan, kami berharap dapat secara signifikan meningkatkan keselamatan pengemudi dan penumpang kami," kata dalam sebuah pernyataan Taesoo Chi, kepala Pusat Teknologi Chassis di Hyundai Motor Group.
Hyundai tidak mengungkap apakah teknologi airbag terbaru akan dipasang berbeda dengan airbag standar. Ataukah airbag kedua menjadi tambahan yang terpasang terpisah.
(Mufrod)