JAKARTA - Hujan meteor Ursid dikabarkan akan menyambangi bumi pada 21-22 Desember 2018. Ini merupakan fenomena hujan meteor terakhir di 2018. Sebelumnya hujan meteor Perseid, Draconid, Leonid, Orionid, Geminid dan banyak lagi telah lebih dulu menghujani bumi.
Dilansir dari laman WSB TV, Selasa (18/12/2018) dinamakan Ursid, karena meteor memancar (atau berasal) dari wilayah yang dekat dengan konstelasi Ursa Minor, juga dikenal sebagai Little Dipper. Ursid memang aktif setiap tahun antara 17 Desember dan 24 Desember.
Partikel meteor berasal dari Comet 8P / Tuttle, yang mengelilingi matahari setiap 14 tahun. Hujan Ursid terjadi ketika komet melewati Bumi dan meninggalkan puing-puing ruang angkasa.
Hujan Meteor Ursid 2018 akan mencapai puncaknya setelah tengah malam pada hari Jumat, 21 Desember ke awal, pagi hari yang gelap pada 22 Desember.
Baca Juga: Kini Bisa Tonton Video Sambil Chatting di WhatsApp Android
Menurut NASA, Ursid adalah hujan meteor dengan jumlah rendah yang biasanya menghasilkan 5-10 bintang penembakan setiap jam. Menurut NASA, para ilmuwan sebelumnya telah melihat beberapa ledakan Ursid yang kuat. Ledakan Ursid terkuat yang tercatat terjadi pada 1945, ketika pengamat Eropa melihat 120 meteor per jam.
Kepala Kantor Lingkungan Meteoroid NASA, Bill Cooke mengatakan kepada Space.com bahwa sebuah meteoroid pada dasarnya adalah puing-puing ruang angkasa. Sebagai contoh, remah-remah dari Halley's Comet adalah meteoroid.
Begitu meteoroid memasuki atmosfir Bumi, mereka menjadi meteor atau yang juga dikenal bintang jatuh. Meskipun sebagian besar meteor hancur sebelum menabrak tanah, meteor yang menyerang permukaan planet disebut meteorit.
Baca Juga: 5 Ponsel dengan RAM 6 GB Terbaik
Berikut Prediksi Hujan Meteor di 2019:
Quadrantid: 3-4 Januari
Lyrid: 22-23 April
Eta Aquarids: 6-7 Mei
Delta Aquarids: 28-29 Juli
Perseid: 12-13 Agustus
Draconid: 8 Oktober
Orionid: 21-22 Oktober
Taurid: 5-6 November
Leonid: 17-18 November
Geminid: 13-14 Desember
Ursid: 21-22 Desember
(Ahmad Luthfi)