Baca Juga: Ditemukan Koin Emas Romawi Kuno Bernilai Jutaan Euro
Dia melanjutkan jika bidang astronomi masih relatif belum terjaman oleh teknologi baru (AI) tersebut. Untuk membuat penemuan itu, Zhang dan timnya menggunakan jaringan saraf convolutional, sejenis algoritma memodelkan otak manusia, yang telah digunakan untuk menemukan kawah di bulan dan membantu mendeteksi gempa bumi.
Dalam studi terbaru mereka, para peneliti melatih algoritma mereka pada sinyal simulasi, mengajarkannya untuk mengenali tanda-tanda semburan radio cepat.
"Biarkan jaringan terlatih longgar pada data yang mengandung sinyal nyata," kata Zhang.