Sejak tahun 1908, diperkirakan ada 1.000 makalah ilmiah (kebanyakan dalam bahasa Rusia) yang diterbitkan terkait ledakan Tunguska. Pada 2013, sebuah tim peneliti menerbitkan hasil analisis sampel mikro dari rawa gambut di dekat pusat daerah yang terkena dampak, menunjukkan fragmen yang mungkin berasal dari meteorit.
Wikipedia menerangkan, perkiraan awal energi semburan udara berkisar antara 10-15 megaton TNT hingga 30 megaton TNT. Estimasi 15 megaton mewakili energi sekira 1.000 kali lebih besar daripada bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang.
Baca juga: 5 Aplikasi yang Banyak Menyedot Kuota Internet Anda
Diperkirakan bahwa ledakan Tunguska merobohkan sekira 80 juta pohon di atas lahan seluas 2.150 km2 dan gelombang kejut dari ledakan itu mencatatkan 5,0 pada skala kekuatan Richter.