Ia dengan hati-hati melepaskan satu demi satu serabutnya dan bertanya-tanya apakah benda tersebut bisa ditulis. Rami itu terlalu kasar dan longgar, lalu ia teringat dengan wol dari sisa-sisa kepompong sutra yang mungkin berguna.
Baca juga: Ketahui Sejarah Penemuan Angka Nol yang Penuh Liku
Lun kemudian mencari bantuan untuk eksperimennya. Para pelayan mengumpulkan kulit kayu, rami, kepompong sutra tua, jaring ikan, dan kain.
Bahan-bahan tersebut dipotong dengan halus lalu dimasak. Hasilnya, ditumbuk dengan campuran tepung dan dilarutkan dalam air sebelum ditambahkan jenis tepung lainnya.
Ketika adonan itu diangkat dari air, ia terpisah menjadi beberapa lapisan kain. Setelah kering, mereka akhirnya menjadi lembaran kertas.
Lun kemudian memperkenalkan potongan kertas yang telah ia buat ke kaisar. Sang kaisar sangat gembira dan mengeluarkan surat keputusan agar seluruh negara menggunakan bahan penulisan baru tersebut.