Revolusi stapler baru datang pada 1895, ketika H. Hotchkiss Company dari Norwalk, Connecticut, mulai menjual Fastener Paper No. 1 mereka. Alat tersebut sangat populer karena penggunaannya yang mudah, dan terkenal sebagai ‘Hotchkiss’ (sampai hari ini, sebutan stapler dalam bahasa Jepang adalah ‘hichikisu’).
Namun, desain stapler tersebut belum sempurna, karena dibutuhkan gerakan yang kuat untuk memisahkan isi staplernya untuk merekatkan kertas. Para pengguna Hotchkiss bahkan memiliki palu kecil untuk menggunakan stapler tersebut.
Berbagai teknologi stapler mulai bersaing di pasaran pada pertengahan abad ke-19 sampai akhir 1940-an. Saat perusahaan alat tulis Jack Linksy mendirikan Parrot Speed Fastener Corporation di 1930-an, hanya sedikit yang bisa membayangkan bahwa perusahaannya yang sederhana (yang kemudian dikenal sebagai Swingline) akan mengubah dunia perekat-kertas selamanya.
Ia menciptakan The 1937 Swingline Speed Stapler No. 3 yang memberi dampak besar pada perkembangan stapler. Sebelum adanya Swingline, Alan Seff, menantu Linksy, mengatakan, “Yang Anda perlukan adalah obeng dan palu. Ia dan para insinyur merancang sebuah unit yang dipatenkan sehingga Anda hanya perlu membuka bagian atas mesin tersebut dan mengempaskan isi stapler-nya".
Hebatnya, sistem mekanis stapler modern hampir tidak berubah sejak Linsky menyempurnakan alat tersebut pada 1973.
(Ahmad Luthfi)