Ini Proses Terbentuknya Awan yang Perlu Anda Ketahui

Ahmad Luthfi, Jurnalis
Selasa 19 Desember 2017 06:03 WIB
(Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - Awan merupakan gumpalan yang terlihat di langit berwarna putih. Seringkali tanda-tanda hujan bisa dilihat dari perubahan awan yang semakin gelap atau mendung.

Sebelum pengetahuan modern mampu menjelaskan mengenai proses terbentuknya awan. Alquran yang diturunkan sekira 14 abad lalu telah mengungkap proses tersebut.

Dalam buku Tafsir Alquran Tematik 'Pelestarian Lingkungan Hidup' yang disusun Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama RI mengungkap laut yang terbentuk dengan beberapa tahap.

Baca juga: Masya Allah, Awan Jenis Ini yang Hasilkan Hujan dalam Penjelasan Alquran dan Sains

"Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira," Surah Ar-Rum Ayat 48.

Tahap pertama, "Dialah Allah yang mengirimkan angin..". Gelembung-gelembung udara yang jumlahnya tak terhitung yang dibentuk dengan pembuihan di lautan, pecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air tersembur menuju langit.

Partikel-partikel ini, yang kaya akan garam, lalu diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfer. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol, membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya, yang naik lagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut "perangkap air".

Baca juga: Rupanya! Gunung Tidak Diam, melainkan Bergerak Dijelaskan Alquran dan Sains

Tahap kedua, "Lalu angin itu menggerakan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal..". Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengembung di sekeliling butir-butir garam atau partikel-partikel debu di udara.

Karena air hujan dalam hal ini sangat kecil (dengan diameter antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan itu bergantungan di udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan awan-awan.

Tahap ketiga, "Lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya..". Partikel-partikel air yang mengelilingi butir-butir garam dan partikel-partikel debu itu mengental dan membentuk air hujan.

Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dari awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.

(Ahmad Luthfi)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya