Pelanggaran itu terjadi pada Oktober 2016, namun Khosrowshahi sendiri mengatakan bahwa dirinya baru saja mempelajarinya. Peretasan ini sekaligus menambah masalah kontroversial Uber dimana perusahaan juga terlibat dalam masalah hukum terkait pencurian rahasia dagang hingga pelecehan seksual.
Dijelaskan Khosrowshahi, informasi yang dicuri hacker termasuk nama, alamat email dan nomor ponsel pengguna Uber di seluruh dunia, serta nama dan nomor lisensi 600.000 pengemudi AS.
Perusahaan juga mengatakan bahwa pelanggan Uber tak perlu khawatir karena tidak ada bukti penyalahgunaan. Sementara untuk pengemudi yang nomor lisensinya dicuri, Uber akan memberikan perlindungan pencurian identitas dan monitor kredit gratis.
Dilansir Reuters, Rabu (22/11/2017), dua hacker yang menyerang Uber itu mendapatkan akses ke informasi yang tersimpan di GitHub, sebuah layanan yang memungkinkan para insinyur berkolaborasi dalam kode software. Disana kedua orang itu mencuri kepercayaan Uber hingga membobol data perusahaan.
Baca juga: Waduh! Uber Digugat 3 Wanita Gara-Gara Diskriminasi