"Bagi saya, sudah cukup banyak mesin untuk pertumbuhan yang tidak perlu ditambahkan lagi," lanjut Ghosn.
Namun, Renault menyadari bahwa mereka bersaing ketat dengan Peugeot di Prancis. Keduanya mengambil pendekatan yang berbeda. Dipimpin oleh Carlos Tavares, produsen mobil tersebut perlahan-lahan merencanakan kembali ke AS.
Untungnya, aliansi mereka akan meluncurkan model Renault ke AS bukanlah sebuah kebutuhan. Baik Mitsubishi dan Nissan menjual sejumlah besar model di AS dan Ghosn mengutip China, Rusia dan Brazil sebagai tiga pasar yang memiliki dampak terbesar pada peningkatan penjualan aliansi hingga 40% antara tahun ini dan 2022. Demikian dinukil dari Carscoops, Selasa (22/11/2017).
(Kemas Irawan Nurrachman)