Pada ayat sebelumnya Allah menjelaskan keadaan Ibrahim muda yang sedang bertanya-tanya apakah bintang yang tampak bercahaya di langit merupakan tuhan.
Namun, ketika bintang itu terbenam atau hilang dari pandangan pada pagi hari karena munculnya matahari dengan cahayanya yang lebih kuat, maka ia yakin bahwa bintang itu bukan tuhan.
Baca juga: Alquran dan Sains Jelaskan Bulan Memantulkan Cahaya Matahari
Pada ayat ini dikisahkan betapa pencarian tuhan oleh Ibrahim muda masih berlanjut. Ketika ia melihat bulan yang lebih besar dan cahayanya lebih terang daripada bintang, ia menduga bahwa bulan itulah tuhan yang dicarinya.
Akan tetapi, seperti halnya bintang, bulan juga terbenam pada pagi hari. Pada saat itu ia yakin bulan juga tidak layak disebut tuhan. Bulan ialah salah satu benda langit yang diciptakan.