Uber Merugi di 'Kandang' Sendiri, Kenapa?

Lely Maulida, Jurnalis
Jum'at 10 November 2017 17:23 WIB
(Foto: Reuters)
Share :

CALIFORNIA – Perusahaan transportasi berbasis aplikasi meski dibutuhkan oleh banyak masyarakat tak luput dari persaingan. Perusahaan sekelas Uber pun mengakui hal tersebut dimana ia bersaing ketat dengan Lyft di beberapa negara.

CEO Uber, Dara Khosrowshahi bahkan mengatakan bahwa Uber akan terus merugi di pasar dalam negerinya akibat persaingan dengan Lyft.

“Amerika Serikat (AS) menjadi kompetisi yang sangat berat diantara Uber dan Lyft saat ini, sehingga saya tidak melihat AS sebagai pasar yang sangat menguntungkan untuk enam bulan kedepan,” kata Khosrowshahi dalam sebuah konferensi di New York.

Seorang juru bicara pun mengonfirmasi bahwa Uber secara keseluruhan tidak akan menguntungkan meski beberapa kota kemungkinan akan meraup untung.

Uber kerap mengatakan bahwa kerugiannya yang cukup banyak itu dilakukan secara terpaksa demi membangun pangsa pasar baru. Namun kurangnya keuntungan di pasar dalam negeri dan pasar lainnya seperti di Asia Tenggara menimbulkan pertanyaan tentang model bisnis perusahaan yang sangat bergantung pada subsidi bagi pelanggan dan driver agar harga tetap rendah, dengan menggunakan dana dari investor yang terus meningkat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya