Disisi lain komentar Khosrowshahi menunjukkan pertumbuhan Lyft. Perusahaan yang memulai debutnya pada 2012 itu kini telah melenggang di lebih dari 350 kota di 41 negara bagian dan telah mengumpulkan USD1 miliar dana dalam putaran pendanaan yang dipimpin oleh Alphabet.
Tahun lalu Uber memang meraupu untuk di AS dan Kanada, meski dalam periode yang singkat. Khosrowshahi menggarisbawahi tantangan di Asia Tenggara, di mana Uber harus menghabiskan banyak uang demi bersaing dengan layanan lokal Ola, Grab serta Go-Jek.
“Ekonomi pasar itu bukan seperti yang kita inginkan. Saya pikir itu terlalu dikapitalisasi saat ini. Tapi saya tak optimis pasar akan menguntungkan dalam waktu dekat,” ujar Khosrowshahi.
Khosrowshahi diketahui merupakan mantan CEO Expedia yang didapuk menjadi CEO Uber Agustus lalu. Sayangnya berbagai masalah yang dihadapi Uber menjadi beban berat yang harus dihadapi Khosrowshahi demi menunbuhkan bisnis perusahaan besutan Travis Kalanick itu. Demikian seperti dilansir Reuters, Jumat (10/11/2017). (lnm).
(Kemas Irawan Nurrachman)