JAKARTA – Apple boleh saja berbangga dengan iPhone barunya yang meluncur September lalu. Namun kini saham perusahaan merosot dan disebut sebagai pertanda minat iPhone 8 yang lemah.
Saham Apple hari ini, Kamis (20/10/2017) menurun hampir 3% dan menyebabkan analis serta investor bertanya-tanya terkait strategi Apple untuk ponsel barunya.
Operator di Amerika Serikat (AS) dan Kanada telah melaporkan pertumbuhan pelanggan pada kuartal ketiga yang melambat. Sementara itu sumber lain memperkirakan banderol yang terlalu tinggi membuat permintaan iPhone baru melambat.
Chief Executive Rogers Communication, operator terbesar di Kanada mengatakan bahwa selera untuk iPhone 8 dan iPhone 8 Plus yang mulai dipasarkan September lalu telah mengalami penyusutan. Menurutnya ini menjadi tanda terbaru penjualan yang melemah untuk iPhone X yang menjadi flagship Apple saat ini.
Namun beberapa analis mengatakan keseluruhan produksi ponsel sesuai dengan prediksi mereka sebelumnya, meski tidak jelas apakah penjualan iPhone 8 yang lemah akan merugikan pendapatan dan margin iPhone. Pasalnya pengguna kemungkinan masih memilih untuk membeli iPhone versi sebelumnya yang dinilai lebih banyak keuntungan dan memori yang lega.