JAKARTA – Menurut para pakar geologi, Bumi pada masa purbakala hanya terdiri atas satu segmen saja. Jutaan tahun kemudian dan akibat dari tekanan dahsyat di perut Bumi, kulit Bumi menjadi retak.
Hal itu terus berlangsung sampai sekarang hingga terbentuk benua-benua dan samudra-samudra seperti yang manusia ketahui saat ini. Dalam buku 'Sains dalam Alquran' yang ditulis Nadiah Thayyarah mengungkap mengenai salah satu ayat Alquran.
“Dan Bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan,” Surah At-Tariq Ayat 12.
Dijelaskan bahwa saat manusia menanam benih di tanah dan menyiraminya dengan air, volume tanah akan bertambah dan kemudian retak, lalu membentuk jalan keluar untuk tunas benih tersebut. Jika fenomena ini tidak terjadi, mustahil benih itu bisa tumbuh menghasilkan tanaman.
Jadi, retakan adalah salah satu sarana untuk memberikan ventilasi bagi tanah dan memperbarui kesuburannya.