Waspada! Gunung Yellowstone Kembali Aktif Setelah 'Tertidur' 70.000 Tahun

Riani Angel Agustine, Jurnalis
Selasa 05 September 2017 05:03 WIB
(Foto: University of Utah/Science)
Share :

UTAH - Sebuah gempa yang terjadi di Taman Nasional Yellowstone merupakan salah satu gempa terbesar yang pernah tercatat. Gempa tersebut mengakibatkan 2.300 getaran yang terekam sejak awal Juni.

Dilansir dari Dailymail.co.uk, Senin (4/9/2017), pada 30 Agustus, tercatat sebanyak 2.357 gempa yang terjadi. Gempa yang paling kuat dalam kawasan Taman Nasional tersebut tercatat dengan kekuatan magnitudo sebesar 4,4 pada 14 Juni.

Jamie Farrel, seorang profesor riset di University of Utah yang terlibat dalam pemantauan aktivitas seismik di Yellowstone mengatakan bahwa tidak ada yang luar biasa ketika gempa terjadi. Ia juga menambahkan bahwa gempa tersebut terjadi secara signifikan namun terkadang mengakibatkan aktivitas semburan yang berlangsung beberapa jam.

Sementara aktivitas tersebut telah memacu kekhawatiran bahwa supervolcano dapat meledak kapan saja. Para ahli mengatakan bahwa risiko kejadian semacam itu rendah, karena Yellowstone masih pada status normal.

Para ahli di University of Utah Seismograph Station (UUSS) telah melacak arus yang ada di tepi barat Yellowstone sejak 12 Juni. Mereka mengatakan bahwa hanya tercatat 50% aktivitas seismik yang terjadi di Yellowstone.

Saat ini, para peneliti telah menghentikan status siaga dari zona hijau, yang berarti aktivitas gunung masih dianggap normal. Para ahli mengatakan, jika gunung Yellowstone meletus, kekuatan letusan yang dihasilkan setara dengan 1.000 kali lebih kuat dari letusan gunung St. Helens pada 1980.

“Yellowstone belum meletus selama 70.000 tahun, jadi akan terjadi beberapa gempa Bumi dan ‘ground uplift’ yang mengesankan untuk memulai semuanya,” ungkap Survei Geologi AS. Dalam perbaruan bulan lalu, para ahli mengungkapkan bahwa gempa telah mencapai hampir 900 kejadian pada 28 Juni.

(Ahmad Luthfi)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya