Soal Mobil Listrik, Toyota Indonesia: Teknologi Sudah Ada, Tinggal Pasarnya

Santo Evren Sirait, Jurnalis
Selasa 29 Agustus 2017 17:47 WIB
(Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - Pemerintah Indonesia berupaya memajukan industri automotif Tanah Air agar tidak tertinggal dengan negara lain, terutama dalam menghadirkan kendaraan ramah lingkungan. Salah satu yang menjadi sorotan pemerintah adalah mobil listrik.

Untuk itu Kementerian Perindustrian akan menerbitkan program low carbon emission vehicle (LCEV). Di dalam program tersebut produsen mobil boleh memilih teknologi mana yang digunakan, seperti gas, hybrid, plug in hybrid, atau full electric, untuk mendapatkan insentif pajak..

Namun untuk memasyaratkan mobil ramah lingkungan perlu peran dari masyarakat. Semakin tinggi permintaan, maka semakin berkembang juga mobil ramah lingkungan di Indonesia.

(Baca Juga: Pemerintah Akan Uji Coba 10 Kendaraan Listrik, Apa Saja Mobilnya?)

"Teknologi apa pun yang ada di mobil bisa kita buat, karena teknologinya sudah ada. Namun yang paling penting adalah create market dan create consumer. Tanpa market dan konsumen industri itu tidak ada apa-apanya. Misalnya kita produksi mobil listrik sebulan 50 unit, ya enggak bisa. Jadi kita harus create market supaya bertumbuh. Kalau market tumbuh, konsumennya naik, industrinya pasti ada," ujar Warih Andang Tjahjono, presiden direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), di Jakarta, Selasa (29/8/2017).

Menurut Warih, penggunaan bahan bakar fosil ada batasannya karena akan habis. Untuk itu masyarakat dinilainya sudah perlu untuk mengenal bahkan menggunakan mobil dengan bahan bakar alternatif atau bahkan mobil listrik. Selain itu, mobil jenis ini sangat menguntungkan bagi lingkungan.

Namun di samping peran masyarakat, lanjut dia, diperlukan juga regulasinya. "Bagaimana kita bisa menjadi bagian dari mobil hemat energi, itu butuh beberapa regulasi. Semua negara membuat regulasi supaya market besar. Kalau available industrinya besar, kompetitifnya besar. Kalau kompetitifnya besar, oportunity market domestik maupun eskpor akan besar," terang Warih.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya