WASHINGTON - NASA (National Aeronautics and Space Administration) telah mengungkapkan rencananya untuk menyelamatkan dunia dari letusan apokaliptik Yellowstone. Badan antariksa ini memiliki strategi yang menelan biaya sebesar USD3,5 billion atau setara dengan Rp31,5 triliun untuk melindungi Amerika dan negara-negara terdekat dari letusan Yellowstone yang dahsyat.
Dilansir dari Express.co.uk, sebuah laporan yang tidak dipublikasi terlihat di beberapa media Amerika dan menyimpulkan jalan terbaik bagi NASA untuk mencegah letusan super tersebut dengan mendinginkan magma di dalam gunung berapi. Sekira 60 sampai 70% panas yang dihasilkan oleh Yellowstone menembus ke atmosfer, namun sisanya terbangun di dalam gunung dan mampu memicu letusan.
Dengan mengebor sekira 10 kilometer ke Yellowstone, NASA percaya bahwa langkah tersebut akan memungkinkan untuk memompa air bertekanan tinggi yang akan memungkinakan cairan dingin yang akan menyerap sebagian panas sebelum dimuntahkan keluar gunung. Metode ini tidak hanya digunakan untuk menyelamatkan planet saja, tetapi juga bisa menjadi alat penghasil energi yang hebat.
"Melalui pengeboran dengan cara ini, bisa digunakan untuk membuat pembangkit panas Bumi, yang menghasilkan tenaga listrik dengan harga yang kompetitif sekira 0,10 Dollar (1.334 Rupiah ) per kWh," ungkap Brian Wilcox dari Nasa’s Jet Propulsion Laboratory. Ia juga mengatakan listrik yang dihasilkan akan memberi daya untuk jangka waktu puluhan ribu tahun.
Keuntungan utama dari alat ini adalah mencegah kehancuran umat manusia di masa depan akibat letusan luar biasa tersebut. Supervolcano Yellowstone Caldera meletus terakhir 70 ribu tahun yang lalu, namun lonjakan aktivitas seismik di sekitar taman nasional telah meresahkan para pengamat.
Jika gunung berapi Wyoming meletus, ia akan membunuh sekira 87 ribu orang langsung dan membuat dua per tiga dari Amerika Serikat tidak dapat dihuni. Seperti embun besar abu ke atmosfer akan menghalangi sinar matahari dan secara langsung akan mempengaruhi kehidupan di bawahnya, serta akan menciptakan 'musim dingin nuklir' yang mengancam semua kehidupan di Bumi.
Letusan gunung berapi bisa menjadi 6 ribu kali mengejutkan dan sama kuatnya dengan ledakan yang ada di Washington's Mount St. Helens pada 1980 yang menewaskan 57 orang dan menyimpan abu di 11 negara bagian berbeda dan 5 provinsi di Kanada.
Selain itu, perubahan iklim akan terjadi karena gunung berapi tersebut akan memuntahkan sejumlah besar sulfur dioksida ke atmoser yang dapat membentuk aerosol sulfur yang mencerminkan dan menyerap sinar Matahari.
(Kemas Irawan Nurrachman)