Planet-planet, asteroid, komet, cahaya zodiak (cahaya debu antarplanet), dan bulan, semuanya mendapat penerangan dari cahaya matahari. Sebagian cahaya matahari yang menyorot ke permukaan planet, asteroid, komet, debu antarplanet, dan bulan, berfungsi menghangatkan permukaan atau angkasa planet, dan sebagian lagi dipantulkan kembali ke langit.
Baca juga: Rotasi Matahari dalam Penjelasan Alquran dan Sains
Begitu terang sorotan cahaya matahari sehingga meskipun jauh letaknya masih bisa menghasilkan pantulan cahaya dari benda ruang angkasa tersebut, sehingga manusia di Bumi bisa mengenali adanya planet, komet atau asteroid yang bergerak mengembara di langit.
Dari situ manusia bisa mempelajari gerak dan berbagai hukum keteraturan alam, misalnya saja hukum Kepler. Dari situ pula manusia bisa mengenal berbagai ancaman tabrakan tata surya.
(Ahmad Luthfi)