Isi gunung dimuntahkan hingga seakan perut Bumi menjadi kosong karenanya. Selain gempa tektonik yang membelah Bumi karena patahan-patahan lempeng, letusan gunung yang hebat memuntahkan lahar dan mengisi semua cekungan Bumi.
Laut dan sungai terisi material yang dikeluarkan letusan gunung. Akhirnya Bumi menjadi rata, tidak ada lagi gunung-gunung dan tempat-tempat yang tinggi, semuanya sama.
Buku Tafsir Ilmi lebih lanjut menjelaskan, manusia tidak sempat melihat semuanya. Sebab, mereka sudah punah akibat kehancuran Bumi yang sangat hebat.
“Dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya, maka jadilah ia debu yang beterbangan,” Surah Al-Waqi’ah Ayat 5-6.
Kata yang terdiri dari ba’, sin, dan sin bisa berarti taftit, penghancuran. Orang Arab berkata, “Basastu al-hintah aw as-sawiq bil-ma’”, yang berarti, “aku menghancurkan gandum atau tepung dengan air”. Kata ini bisa juga diartikan “berjalan secara liar”, seperti ular yang berjalan liar kesana kemari.