"CBU dibolehkan untuk mobil saya setuju, itu untuk tarnsisi. Tapi kalau motor CBU diperbolehkan sementara GESITS sudah mulai produksi, ya sama saja bunuh diri," katanya.
Dia menambahkan sepeda motor atau skuter listrik seperti GESITS tidak merepotkan. Isi ulang baterai bisa dilakukan di rumah. Bila lupa mengisi ulang bisa mampir ke stasiun pengisian bahan bakar untuk di-charge. Atau tidak punya waktu untuk mengisi ulang, baterai bisa diganti.
"Purnajualnya enggak perlu ganti oli. Biaya per kilometer motor listrik dengan bensin, pasti lebih murah listrik," tambah Al.
Dijelaskannya skuter GESITS tidak asal dikembangkan dan dibangun, pihaknya menuntut mahasiwa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) agar menggunakan material berkualitas dan daya jangkau baterai yang jauh supaya bisa bersaing di mancanegara.
"Kami enggak mau barang abal-abal. Barangnya harus bisa berkompetisi sampai luar negeri, jangkauan sampai 100 kilometer," pungkas dia.