Faktor Habibie bisa meringankan operating empty weight (bobot pesawat tanpa berat penumpang dan bahan bakar) hingga 10 persen dari bobot sebelumnya. Bahkan angka penurunan ini bisa mencapai 25 persen setelah Habibie menyusupkan material komposit ke dalam tubuh pesawat.
Pengurangan berat ini tak membuat maksimum take off weight-nya (total bobot pesawat ditambah penumpang dan bahan bakar) ikut merosot. Dengan begitu, secara umum daya angkut pesawat meningkat dan daya jelajahnya makin jauh. Sehingga secara ekonomi, kinerja pesawat bisa ditingkatkan.
Kejeniusan mantan Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) itu membuat dirinya memegang banyak hak paten atas temuannya di bidang konstruksi pesawat terbang. Sehingga tentu saja menjamin hidupnya rutin memperoleh royalti.
Bukan sekadar itu, dalam disiplin ekonomi makro yang dikenal dengan istilah Habibienomics, semacam pemahaman yang menegaskan bagaimana gagasan Habibie tentang pemberian nilai tambah ekonomi tinggi di setiap produksi barang dan jasa melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
(Kemas Irawan Nurrachman)