JAKARTA – Berbagai teori-teorinya muncul untuk melakukan inovasi terhadap teknologi di masa depan. Mr Crack, begitulah sebutan untuk Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang lebih dikenal dengan BJ Habibie.
Sebuah majalah Teknologi terbitan Jakarta kala itu juga menyebut BJ Habibie sebagai ‘Manusia Multidimensional’. Ternyata julukan ini sangat disukai oleh Habibie. Terlebih, julukan itu muncul tak berselang lama setelah ia meraih medali penghargaan ‘Theodore van Karman’.
Ya, anugrah bergensi tersebut berada di tingkat internasional tempat di mana berkumpulnya pakar-pakar terkemuka konstruksi pesawat terbang.
Dikenal sebagai Mr Crack, sebab ia mampu menghitung crack propagation on random hingga ke atom-atom pesawat terbang. Teori ini tentunya dapat membuat pesawat lebih aman. Tidak saja bisa menghindari risiko pesawat jatuh, tetapi juga membuat pemeliharaannya lebih mudah juga murah.
Di dunia ilmu pengetahuan dan teknologi, para ahli dirgantara mengenal apa yang disebut Teori Habibie, Faktor Habibie dan Fungsi Habibie.
Faktor Habibie juga ternyata bisa berperan dalam pengembangan teknologi penggabungan bagian per bagian kerangka pesawat. Sehingga sambungan badan pesawat yang silinder dengan sisi sayap yang oval mampu menahan tekanan udara saat tubuh pesawat lepas landas. Begitu pula dengan landing gear yang akan jauh lebih kokoh, sehingga mampu menahan beban saat pesawat mendarat.