Dinukil dari laman Popsci, misi panjang luar angkasa ini layaknya sebuah perjalanan ke Planet Mars dengan adanya penundaan komunikasi yang begitu besar. Sehingga perlu melengkapi para astronotnya dengan kekuatan superkomputer yang bisa memungkinkan mereka untuk bisa memecahkan permasalahaan yang kompleks. Dengan begitu, astronot pun tidak perlu menunggu isu maupun solusi yang ditransformasikan dari dan ke Bumi.
Baca juga: Dahsyat: Ini Penampakan Aktivitas Letusan di Matahari
Namun, adanya radiasi pada perjalanan tersebut mungkin bisa merusak komputer. Sehingga NASA dan HPE melakukan sebuah penelitian untuk melihat apakah software tersebut bisa memberikan proteksi yang dibutuhkan.
Pendekatan yang dilakukan oleh HPE sendiri dengan Spaceborne Computer ini memiliki cara berbeda dengan misi perjalanan ke luar angkasa pada umumnya, terutama dalam hal proteksi. HPE Project’s Principal Investigator, Eng Lim Goh, mengatakan bahwa dalam penelitian di masa depan, sebelum seorang astronot melakukan perjalanan ke luar angkasa, mereka bisa mengambil mesin top of the line dan off the shelf, serta perangkat lunak yang layak dijadikan sebuah ruangan.