Hal tersebut menjadikannya salah satu wilayah vulkanik terbesar di dunia. Meski hasilnya tidak menunjukkan apakah gunung berapi tersebut aktif, data tersebut memungkinkan peneliti masa depan untuk menentukan hal tersebut.
Peneliti sebelumnya telah menunjukkan aktivitas seismik di Antartika, hal itu tidak dipikirkan telah berdampak pada kemunduran es sekarang. Itu tidak terjadi di Islandia, di mana studi menemukan adanya peningkatan aliran es akibat letusan subglasial.
Antartika Barat mengandung selembar es yang lebih tebal, namun hal tersebut tidak cukup untuk mencegah pengaruh gangguan vulkanik pada arus es di masa depan. Para peneliti mengatakan, di sisi lain karena es cenderung meluncur ke bawah pada permukaan yang halus, struktur berbentuk kerucut bahkan bisa bertindak sebagai penghambat gerakan arus glasial saat ini. (ahl)
(Kemas Irawan Nurrachman)