Kata 'firasyan' pada Surah Al-Baqarah Ayat 22 itu memiliki arti membentangkan. Kata tersebut berkedudukan sebagai maf'ul mutlaq. Maksudnya ialah Allah menjadikan permukaan Bumi sebagai kasur atau bentangan yang luas.
Lebih lanjut buku Tafsir Ilmi ini mengungkapkan mengapa Bumi bisa dianggap datar. Oleh karena Bumi merupakan hamparan luas dan meski bentuknya mendekati bundar seperti bola, tetapi karena sangat besar dibanding ukuran manusia, maka permukaannya tampak datar dan luas terhampar.
Allah menjadikan permukaan Bumi sebagai bentangan yang luas. Dengan permukaan yang luas tersebut, permukaan Bumi bak hamparan dan tidak terasa lengkungannya.
Seperti diketahui, manusia pada umumnya menempati wilayah-wilayah dataran, baik tinggi maupun rendah, dan dataran yang subur. Daerah-daerah dataran tersebut terbentuk melalui proses geologi dalam kurun waktu yang sangat panjang, hingga jutaan tahun dalam ukuran manusia.
Baca juga: Alquran dan Sains Jelaskan Tanda Fisik Kiamat Bumi
Proses bisa dimulai dari pembentukan pegunungan. Seiring dengan itu, proses pelapukan dan erosi terjadi untuk kemudian berlanjut ke proses pengendapan. Material-material hasil pelapukan dan erosi dihamparkan dan diendapkan di dataran yang lebih rendah.