DO YOU KNOW: Christopher Columbus Pernah Membuat Takut Warga Jamaika dengan Gerhana Bulan

Lely Maulida, Jurnalis
Senin 07 Agustus 2017 17:02 WIB
(Foto: Space)
Share :

Dilansir Space, Senin (7/8/2017), pada malam yang telah ditentukan, saat matahari terbenam dan bulan mulai muncul di cakrawala timur, jelas terlihat bahwa sesuatu terjadi. Pada saat bulan tampak secara penuh, warna hitam nan mencolok mulai muncul di tepi bawah.

Lebih dari satu jam kemudian, bulan menunjukkan penampilan yang meradang dan ‘berdarah’. Bulan yang biasanya tampak cemerlang saat purnama, terhalang oleh bola merah redup dari sisi langit timur.  


Menurut anak Columbus, Ferdinand, orang-orang Arawak sangat ketakutan melihat fenomena itu. Kemudian mereka menangis, meratapi, dan memohon kepada laksamana untuk memanjatkan doa agar mereka selamat

Mereka berjanji bahwa mereka akan dengan senang hati bekerja sama dengan Columbus dan anak buahnya jika dia mengembalikan bulan kembali ke keadaan normal. Columbus kemudian mengatakan kepada penduduk setempat bahwa dia harus diberi waktu untuk memberi hormat secara pribadi kepada Tuhannya. Dia kemudian menutup dirinya di kabin sekira 50 menit.

Di dalam tempat tinggalnya, Columbus memutar jam pasir setiap setengah jam ke waktu berbagai tahap gerhana berdasarkan perhitungan yang diberikan oleh almanak Regiomontanus. Beberapa saat sebelum tahap terakhir fase gerhana bulan total, Columbus kembali kepada para Arawak bahwa tuhannya telah mengampuni mereka dan sekarang akan membiarkan bulan kembali secara bertahap.

Sesuai dengan perkataan Columbus, bulan perlahan muncul kembali dan Arawak merasa bersyukur kemudian bergegas pergi. Selanjutnya mereka menjamu lagi Columbus dan anak buahnya dengan baik dengan diberi makan. Columbus dan anak buahnya kembali ke Spanyol pada 7 November 1504.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya