JAKARTA - Sebelum istilah kereta api banyak didengungkan untuk alat transportasi masa kini, lokomotif menjadi sarana transportasi yang cukup populer di awal abad 19-an. Kendaraan ini menjadi cikal bakal lahirnya kereta api di seluruh dunia.
Nama lokomotif sendiri berasal dari bahasa latin, loco, yang bermakna berasal dari (tempat), dan motivus bermakna yang menyebabkan gerakan. Lokomotif pertama kali sukses dibuat oleh Richard Trevithick pada 1804. Namun saat itu ia masih belum memberikan nama atas kendaraan tersebut.
Lokomotif yang dibuat oleh Richard sukses berjalan di kawasan Penydarren dekat Merthyr Tydfil, Wales. Hanya saja saat itu bobotnya masih terlalu berat. Diketahui bahwa lokomotif berbahan bakar uap itu memiliki bobot 10 ton yang terbuat dari besi. Sementara daya tampung penumpangnya mencapai 70 orang.
Baca juga: Buar Biasa! Alessandro Volta Ubah Tumpukan Tembaga Menjadi Baterai
Dengan keterbatasan saat itu, lokomotif buatan Richard sanggup menempuh jarak sejauh 14 kilometer. Sayangnya, setelah melakukan perjalanan sebanyak tiga kali, kendaraan tersebut harus dihentikan operasinya. Namun setelah itu Richard kembali membuat beberap seri lokomotif yang salah satunya beroperasi di bagian utara Inggris.
Sementara lokomotif yang komersial yang sukses beroperasi ialah buatan Mattehw Murray. Lokomotif bernama Salamanca itu dibuat untuk Middleton Railway pada 1812. Kemudian setahun berikutnya diikuti oleh Puffing Billy yang dirancang oleh Chirstopher Blackett dan William Hedley.
Keduanya merancang lokomotif tersebut untuk Wylam Colliery Railway. Itu merupakan lokomotif pertama yang menggunakan sistem adhesi. Setelah berhenti beroperasi, Puffing Billy saat ini dipajang di Science Museum di London, Inggris. Lokomotif itu dikenal menjadi yang tertua.