"Mereka melihat kita seperti kita lebih rendah, seperti kita masalah. Kami tak mewujudkan mimpinya. Teknisi menjalani mimpinya," kata Nicole.
"Ini untuk mereka," lanjutnya.
Di samping itu, di akhir setiap shift, Nicole memperhatikan sejumlah besar makanan sisa yang masuk ke kompos, makanan yang tak diizinkan dibawa pulang.
Selain itu, pekerja kafetaria tak bisa mengakses layanan kesehatan dari klinik medis Facebook. Raksasa media sosial itu baru-baru ini mengadakan acara ‘Bring your kids to work’, tapi anak-anak pekerja kafetaria tak diperbolehkan.
Seorang juru bicara Facebook mengatakan bahwa tak ada kontingen atau pekerja kontrak perusahaan yang memiliki akses seperti klik, gym, atau membawa anak di hari kerja, namun kebijakan lain adalah masalah antara kontraktor dan pekerja. (din)
(Kemas Irawan Nurrachman)