JAKARTA – Siapa yang tidak tahu mengenai baterai? Benda yang satu ini hampir ditemukan di semua perangkat komunikasi yang digunakan oleh masyarakat modern saat ini. Sebut saja smartphone, laptop, hingga pemutar musik.
Namun apakah Anda tahu bagaimana asal usul baterai tersebut? Berawal dari tumpukan sebuah piringan tembaga, inilah yang menjadi cikal bakal terciptanya baterai yang Anda kenal seperti sekarang ini.
Baterai sendiri ditemukan oleh Alessandro Volta. Dia merupakan seorang fisikawan asal Italia yang dikenal sebagai orang pertama yang menemukan baterai pada 1800. Tidak hanya menemukan baterai, Volta juga dianggap penting dalam bidang lainnya seperti pada bidang pneumatik, meteorologi, dan elektrostatika.
Temuan baterai tersebut terjadi saat Volta menemukan electrophorus atau perangkat yang bisa menghasilkan sebuah listrik statis. Dari tempat itulah, Volta akhirnya menemukan ‘tumpukan volta’ atau sebuah metode praktis pertama yang bisa memproduksi listrik.
Tumpukan volta itu terdiri dari tumpukan piringan tembaga serta cakram seng yang berselingan dengan adanya potongan karton yang kemudian dicelupkan pada air garam. Air garam itu ditempatkan di antara kedua piringan tersebut.
Dari tumpukan tersebut maka terciptakan sebuah arus listrik. Hingga akhirnya penemuan ini diakui sebagai baterai pertama yang bisa mengalirkan listrik. Arus listrik yang dialirkan juga berjalan secara konsisten serta dapat diandalkan.
Seperti dinukil dari berbagai laman oleh Okezone, Luigi Galvani yang kala itu hidup pada zaman Alessandro Volta pun coba untuk mengajukan sebuah teori galvanic. Teori ini bertujuan untuk menyatakan bahwa jaringan hewan juga memiliki beberapa bentuk listrik di dalamnya.
Pada 1983-1842, banyak ilmuwan yang melakukan pengembangan terhadap baterai dengan menggunakan elektroda cair guna menghasilkan listrik. Kemudian banyak beragam baterai pun di temukan, mukai dari baterai yang memiliki eklektroda negative dan pot berpori ditemukan oleh JA Thiebaut.
Selain itu juga terdapat baterai sel pertama dikeluarkan oleh Carl Gassener. Hingga akhirnya baterai ini menjadi komersial dan sukses. Ada juga baterai nikel-kadmium yang bisa diisi ulang, ditemukan oleh Waldmar Jungner. Sementara itu baterai Alkaline yang banyak dikenal ini ditemukan oleh Thomas Edison. (afr)
(Kemas Irawan Nurrachman)