NATO Meneliti Teknologi IoT untuk Komunikasi di Bawah Laut

Lely Maulida, Jurnalis
Jum'at 14 Juli 2017 05:33 WIB
(Foto: NATO)
Share :

JAKARTAInternet of Things (IoT) banyak digemari oleh berbagai belahan dunia. Teknologi ini memungkinkan kemampuan internet yang terhubung satu sama lain bahkan dalam kehidupan sehari-hari manusia.

Menariknya, kini teknologi memungkinkan IoT dibawah laut. Hal inilah yang dikatakan oleh organisasi teknologi dan sains NATO [Center] for Maritime Research and Experimentation (CMRE), dalam penelitian barunya yang dirancang utuk menetapkan standar komunikasi bawah laut digital pertama di dunia.

Disebut dengan Janus, alternatif digital baru telah digunakan oleh semua sekutu NATO sejak awal tahun ini dan merupakan yang pertama kalinya sebuah protokol komunikasi digital bawah laut yang telah didirikan di tingkat global. Mengingat bahwa lebih dari 70% dunia ditutupi oleh air.

Di permukaan, gagasan stadar komunikasi bawah laut mungkin terdengar tak begitu penting. Manusia juga telah terbiasa dengan perangkat pintar di lahan yang kering, namun komunikasi bawah air juga rupanya dibutuhkan.

Misalnya komunikasi bawah air akan memungkinkan terciptanya jaringan bawah air yang akan membiarkan robot bawah laut bekerja sama secara mandiri dan melaporkan temuannya. Selain itu, teknologi tersebut juga bisa digunakan untuk berbagai hal seperti mendeteksi kebocoran air dari rig minyak dan perlindungan pelabuhan hingga pendeteksian dan arkeologi bawah laut.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya