CALIFORNIA - Robot pemerah kalajengking yang dirancang untuk mengekstrak dan menyimpan racun bisa mengakhiri metode manual rumit yang secara tradisional digunakan oleh para ilmuwan.
Peneliti di Ben M'sik Hassan II University di Maroko mengklaim robot mereka tak hanya mempercepat proses ekstraksi, tapi juga membuatnya lebih aman. Sekadar informasi, racun kalajengking digunakan di berbagai bidang medis, termasuk penelitian kanker dan pengembangan obat anti-malaria.
Metode pemanenan saat ini termasuk stimulasi listrik dan mekanis, yang bisa terbukti mematikan untuk kalajengking dan menyulitkan ilmuwan karena sengatan listrik dari peralatan.
Perangkat VES-4 dibuat oleh Mouad Mkamel dan timnya adalah robot portabel yang bisa digunakan di lab dan lapangan. Robot ini bekerja dengan menjepit kalajengking dan mensimulasikan hewan secara elektrik untuk mengekspresikan tetesan racun, yang ditangkap dan disimpan.
VES-4 tak akan menjadi robot pertama yang digunakan oleh ilmuwan medis. Di masa lalu, perangkat robot telah digunakan untuk merancang obat-obatan dengan para peneliti juga baru-baru ini menyarankan agar robot humanoid dipekerjaan untuk menumbuhkan cangkokan jaringan manusia.
"VES-4 dirancang untuk mengekstrak kalajengking tanpa membahayakan hewan dan memberikan keamanan lebih bagi para peneliti," kata Mkamel seperti dikutip dari Engadget, Kamis (6/7/2017).
"Itu bisa digunakan oleh satu orang dengan menggunakan remote control untuk bisa memulihkan kalajengking dengan aman dari jarak jauh," lanjutnya.
Robot telah diuji di beberapa spesies kalajengking dan bisa diprogram untuk mengingatnya melalui pengaturan yang bisa disesuaikan. Selain itu, robot ini juga berisi layar LED yang menampilkan nama spesies yang diperah.
(Dini Listiyani)