Alquran telah menggambarkan naiknya benda-benda padat ke langit dalam beberapa tempat.
"Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang ke luar daripadanya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dialah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun," bunyi Surah Saba’ Ayat 2.
"Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam Bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan," bunyi Surah Al Hadid Ayat 4.
Teori relativisme membuktikan bahwa cahaya, sebagaimana materi, juga melengkung ketika melewati bidang yang terpengaruh oleh gaya gravitasi. Atas prinsip ini, semua pergerakan di alam semesta sama sekali tidak mengenal garis lurus.
Semua itu sesuai dengan penjelasan Alquran tentang perjalanan ke luar angkasa dengan istilah uruj, yang berarti naik dan melenceng dari garis lurus.
(Ahmad Luthfi)