JAKARTA - Umumnya orang yang sedang berpuasa itu lemas sehingga malas untuk melakukan kegiatan atau aktivitas berat yang dapat menguras tenaga. Hal itu sah-sah saja, mengingat perut dalam keadaan kosong selama kurang lebih selama 13 jam. Tapi jangan karena puasa, Anda jadi malas memeriksa ban mobil, terutama tekanan angin di dalamnya. Ban merupakan salah satu perangkat di mobil yang sangat penting, jadi selalu luangkan waktu untuk memeriksanya.
Memeriksa tekanan angin pada ban tidak sulit, apalagi sampai menguras tenaga. Poedyo Santosa, senior instruktur Indonesia Road Safety (Irsa), berbagi tips cara memeriksa tekanan ban yang benar.
1. Tekanan angin pada ban berkurang setidaknya 1-2 psi setiap minggu.
2. Jaga tekanan angin dengan memeriksa minimal dua minggu sekali.
3. Lakukan pemeriksaan saat kondisi ban dingin, kira-kira pada pagi hari sebelum beraktivitas.
4. Daya tahan ban terhadap tekanan angin 8-10 kali tekanan idealnya.
5. Ukuran angin roda depan dan belakang berbeda 1-2 psi tergantung penggerak rodanya.
Poedyo menambahkan, kelebihan atau kekurangan angin pada ban bisa membuat penjalanan menjadi kurang nyaman. Bila pemilik kendaraan lupa dengan tekanan standar angin ban, bisa melihatnya di buku panduan atau di pintu mobil.
"Kalau ukurannya cek di pintu depan tempat sopir, itu ada angka standar tekanan anginnya," paparnya. (san)
(Anton Suhartono)