Setelah penemuan teori ini, teori yang menganggap bahwa matahari statis dan tak berputar pada sumbunya seperti bumi adalah keliru. Rupanya, rotasi matahari juga telah dijelaskan dalam Alquran.
“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya,” bunyi surah Al-Anbiya Ayat 33.
Dijelaskan dalam buku “Miracles of Alquran & Assunah” bahwa fakta berputarnya matahari pada sumbunya telah banyak dicatat. Fakta ini dapat dibuktikan dengan bantuan alat canggih untuk mengambil gambar matahari.
Penelitian membuktikan bahwa akan muncul bintik-bintik pada matahari jika telah genap melakukan satu fase rotasi penuh yang memerlukan waktu 25 hari. Pada kenyataannya, matahari bergerak mengelilingi angkasa dengan kecepatan sekira 150 mil dan memakan waktu sekitar 200 juta tahun untuk menyelesaikan satu kali revolusi di sekitar galaksi Bimasakti.
(Kemas Irawan Nurrachman)