JAKARTA – Minimnya ilmu pengetahuan, termasuk ilmu astronomi, di abad kedua ternyata membuat sebagian orang percaya matahari bergerak mengitari bumi, bukan sebaliknya.
Barulah di saat astronom Nicholas Copernicus pada 1512 masehi mengungkapkan bahwa matahari menjadi pusat tata surya, ilmu astronomi sedikit mengalami pencerahan.
Kemudian pada 1609, seorang ilmuwan Jerman bernama Johannes Kepler juga mengungkapnya teorinya yang disebut Astronomia Nova. Dalam teorinya, planet-planet di tata surya tidak hanya berputar di garis edarnya, namun juga berputar pada porosnya.
Teori tersebut diungkap dalam buku karangan Ramadhani berjudul 'Alquran vs Sains Modern Menurut Dr Zakir Naik'. Dengan adanya teori tersebut memungkinkan penduduk Eropa mempelajari mekanisme tata surya yang sebenarnya.
Padahal, jauh sebelum para ilmuwan itu menemukan teori rotasi di tata surya, kitab suci Alquran telah lebih dahulu menjelaskannya. Hal itu sebagaimana tercantum dalam Surah Al Anbiyaa Ayat 33 berikut ini.