JAKARTA - Head unit mobil baik standar pabrik maupun produk aftermarket hadir dalam dua model, yakni layar sentuh dan tombol. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan.
Head unit dengan layar sentuh umumnya sudah menjadi fitur bawaan pada mobil keluaran terbaru. Model ini memiliki tampilan menarik dengan beragam fitur di dalamnya. Sementara model tombol hadir di mobil lama, tampilannya cenderung membosankan dan fiturnya pun terbatas.
Ariel Jonathan, salah seorang pemain modifikasi audio, mengatakan pemilihan model head unit layar sentuh ataupun tombol bergantung pada kebutuhan dan dana yang dimiliki konsumen.
"Kalau saya pribadi lebih suka tombol. Saat menyetir, biasanya kalau mau ganti lagu sudah hafal, oh ini tombol untuk volume, ini tombol next atau prev, dan tombol lainnya. Kalau touchscreen harus dilihat dulu, karena kan rata semua. Itu akan mengganggu saat nyetir," jelas Ariel kepada Okezone, beberapa waktu lalu.
Selain itu, lanjut dia, saat mengalami masalah head unit model layar sentuh harus dibongkar seluruhnya karena jenis ini hanya menggunakan satu sensor untuk beragam fungsi. Sementara model tombol bisa dibongkar bagian tombol yang rusaknya saja.
"Keduanya bisa diperbaiki. Kalau touchscreen sebaiknya diperbaiki di outlet resmi. Cuma, ya itu, kayak handphone saja, saat layarnya rusak maka selesai lah, bongkar semua. Kalau tombol, bisa dicopot dan diperbaiki per bagian," jelasnya.
Ariel menilai, pabrikan mobil yang menyertakan head unit layar sentuh sebagai fitur standar sudah memperhitungkan dan menyesuaikan kebutuhan konsumen.
"Biasanya pabrikan mobil sudah memperhitungkan kebutuhan konsumennya. Model touchscreen biasanya sudah disertai dengan fitur tambahan steering control untuk memudahkan pengoperasiannya. Lagi pula head unit sekarang sudah cukup kuat dan kalau belinya baru ada garansi. Jadi enggak terlalu khawatir," pungkas dia.
(Dian AF)