iBox Harapkan Razia Ponsel Black Market Berlanjut

Kustin Ayuwuragil Desmuflihah, Jurnalis
Rabu 22 Juni 2016 13:37 WIB
iBox Harapkan Razia Ponsel Black Market Berlanjut (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Presiden Direktur Erajaya Group, Budiarto Halim menyambut baik keberhasilan pemerintah merazia ponsel-ponsel Black Market (BM). Namun ia berharap razia itu tidak hanya sekali ini saja dilakukan.

Menurut Budi, razia jika dilakukan secara berkala akan membuat penjual perangkat ilegal jera. Sebaliknya, jika hanya sesekali tidak akan berarti karena penjual hanya akan menahan diri sementara dan kembali melakukan aksinya jika sudah merasa aman.

“Terus terang kita senang ada tindakan, cuma yang kita inginkan jangan sekali saja. Terus menerus biar jera yang BM, tetapi kalau cuma sekali berhenti sayang karena momentumnya harus dijaga terus. Harus ada kesinambungan,” kata dia usai acara peresmian ibox.co.id, Selasa (21/6/2016).

Selanjutnya, Budi juga mengatakan bahwa kerugian dari beredarnya perangkat ilegal sangat besar. Tidak hanya dari pengusaha atau distributor saja, pemerintah dan konsumen juga akan merasakan kerugian.

“Razia kemarin berhasil mengamankan 10 ribu unit smartphone ilegal. Pemerintah mengalami kerugian mencapai Rp15 miliar. Saat ini banyak ponsel BM di pasaran, coba hitung saja kerugian yang diderita pemerintah. Makanya kita mendidik konsumen bahwa barang BM itu banyak yang bekas, banyak yang CPO, tidak bergaransi. Garansinya hanya garansi toko. Kalau tokonya tutup gimana,?” terang Budi.

Sekadar informasi, iBox yang merupakan salah satu anak perusahaan Erajaya memberikan garansi dan layanan purna jual resmi sehingga pengguna tidak perlu khawatir jika perangkat Apple milik mereka mengalami masalah. Budi mengklaim hanya iBox saja yang memberikan layanan purna jual produk Apple dan bahkan mendapat izin dari perusahaan Cupertino itu untuk mendirikan toko Apple online resmi di Indonesia.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya