Ini Alat yang Digunakan Planetarium untuk Lihat Gerhana Matahari

Arsan Mailanto, Jurnalis
Selasa 08 Maret 2016 17:54 WIB
Ini Alat yang Digunakan Planetarium untuk Melihat Gerhana Matahari (Foto: Arsan M/okezone)
Share :

JAKARTA - Dalam rangka memberikan edukasi masyarakat untuk menyaksikan langsung fenomena Gerhana Matahari Total (GMT), Planetarium dan Observatorium akan mengadakan nonton bareng (nobar), live streaming atau siaran langsung pada Rabu 9 Maret.

Sebagai lembaga penyedia wisata luar angkasa, Planetarium menggelar pengamatan mulai pagi pagi hari hingga acara edukasi kepada pengunjung dan rekan-rekan media yang akan datang.

Cecep Nurwendaya, Astronomi Planetarium & Observatorium Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, mengatakan, pengamatan yang dilakukan itu pertama di lobby planetarium kemudian di tempat antrean dekat loket planetarium, dan di ruang multimedia.

"Selama pengamatan kita akan menggunakan 8 teleskop, salah satu teleskop yang paling besar bernama Sky-Watcher dengan panjang fokus 1,5 meter, diamter 35 cm. Ini dipakai untuk memproyeksikan matahari ke layar jadi letaknya di depan," ujarnya ketika ditemui Okezone di Planetarium TIM, Jakarta, Selasa (8/3/2016).

Dia menjelaskan, teleskop ini tidak memakai filter matahari, karena cahaya matahari supaya terang dan bisa memproyeksikan bayangan matahari ke langit, sehingga para pengunjung bisa melihat fase demi fase proses gerhana matahari parsial atau gerhana sebagian.

"Kita ketahui bahwa di Jakarta mulai gerhana parsial pukul 06.19 WIB, ditandai oleh piringan Matahari mulai tertutup oleh Bulan yang dapat diamati lewat kacamata gerhana atau teleskop yang sudah dilengkapi filter Matahari," kata Cecep.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya