JAKARTA - PT Sinarmas Hana Finance (SHF), perusahaan pembiayaan patungan hasil kerjasama antara Hana Financial Group dengan Sinarmas Group dibentuk untuk memenuhi kebutuhan pasar khususnya mobil bekas. Perusahaan beralasan sengaja membuka pembiayaan mobil bekas karena risikonya sangat kecil ketimbang pembiayaan untuk mobil baru.
"Jadi, kami masuk ke mobil bekas dulu karena memiliki risiko yang lebih rendah. Mobil bekas kami jual dengan bunga lebih tinggi. Mobil bekas relatif nilainya stabil untuk dijual kembali, jadi risikonya lebih aman ketimbang mobil baru," ujar Director PT SHF, S Randy Gunadi.
Perusahaan SHF hanya menerima nasabah yang mengajukan pembiayaan mobil bekas produksi mulai tahun 2000 ke atas. "Karena relatif umurnya masih muda, di mana calon-calon nasabah banyak sekali di mobil 2000. Kalau di bawah 2000 saya pikir sudah cukup tua," tambah Randy.
Selain itu, SHF juga menawarkan tenor sampai tiga tahun. Saat ini SHF tengah melakukan proses pembagunan diler. Untuk sementara waktu diler akan difokuskan di wilayah Jawa.
"Sementara di Pulau Jawa dulu, karena 60 persen penduduk Indonesia ada di Pulau Jawa." pungkas Randy.
(Anton Suhartono)