JAKARTA - BenQ diketahui pernah mengakuisisi perusahaan Siemens. Sayangnya, kerja sama tersebut berjalan selama tiga tahun, dan BenQ memutuskan untuk tidak lagi menggunakan nama Siemens.
BenQ beralasan, tak lagi menggunakan embel-embel Siemen di belakang namanya karena saat itu target penjualan yang tidak tercapai.
"Akuisisi berjalan dua dan tiga tahun karena sinergi tidak baik dan harapan tidak tercapai. Kami pun memutuskan untuk berjalan sendiri tanpa nama Siemens. Meski demikian, kami berhasil mengangkat penjualan Siemens yang sempat menurun saat diakuisisi," ujar Eko Handoko Wijaya, Country General Manager BenQ, di Jakarta (20/4/2015).
Eko Handoko merinci, saat kerja sama dengan Siemen pihaknya mampu menjual sekira 18 juta handset. Pihaknya juga meyakini BenQ akan lebih sukses meski tak lagi bersama Siemens.
"Kita punya produk yang bagus. Ibarat membuat kue kami ingin agar dikenal dengan nama kami sendiri, tahun ini kami juga telah berencana untuk meluncurkan setidaknya lima seri smartphone Siemens," tambah Eko.
BenQ baru saja meluncurkan seri B501 di Indonesia. Ponsel yang didedikasikan untuk perempuan itu menawarkan fitur selfie unggulan.
(Kemas Irawan Nurrachman)