Situs Asing Wajib Ikuti Budaya Indonesia, Tidak Seronok

Wahyu Noor Hasan, Jurnalis
Jum'at 05 Desember 2014 11:05 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara (foto: Antara)
Share :

JAKARTA - Internet service provider (ISP) di Indonesia pada Mei 2014 memblokir salah satu website sharing video gratis, yakni vimeo.com. Vimeo diblokir oleh pemerintah setelah mendapat kecaman dari berbagai pihak, lantaran memuat konten bersifat pornografi.

Menindaklanjuti upaya menteri sebelumnya, Menkominfo terpilih, Rudiantara, berjanji akan melanjutkan upaya tersebut bila memang konten yang ada pada vimeo.com mengandung unsur yang tidak sesuai aturan budaya sehat Indonesia, maka akan tetap ditutup.

“Saya sudah melakukan komunikasi dengan pihak eksekutif Vimeo di Amerika Serikat, baik melalui mekanisme e-mail maupun dengan SMS,” jelas Rudiantara, dalam penjelasannya perihal kepastian dibukanya kembali situs Vimeo.

Rudiantara juga menuturkan bahwa situs-situs asing termasuk Vimeo diharapkan bisa menerapkan dan melakukan balancing dengan Indonesia. “Kominfo juga memahami akan kebutuhan para netizen dan industri kreatif yang saat ini berkembang,” jelas Rudiantara kepada Okezone beberapa waktu lalu.

Dirinya juga menyatakan ingin secepatnya membuka akses Vimeo secara pribadi. Hanya, diharapkan mereka bisa menyesuaikan dengan budaya Indonesia. Kominfo juga ingin Vimeo melakukan keseimbangan dengan budaya Indonesia yang sehat, artinya segala hal pornografi itu dibatasi. ”Mana batas yang bisa diakses dan mana yang dibolehkan diakses,” lanjut komisaris PT Indosat itu.

Saat ini, lanjut mantan wakil direktur utama di PT Semen Indonesia ini, komunikasi yang dilakukan antara Kominfo dengan pihak Vimeo masih proses. Kominfo pun melakukan beberapa hal pendekatan komunikasi, seperti konfirmasi melalui e-mail dan komunikasi berkirim pesan singkat SMS dengan eksekutif Vimeo.

Bahkan, beragam tanggapan masuk dari pihak Vimeo yang menegaskan terkait SMS yang disampaikan. Intinya, terang dia, pihak Vimeo ingin melakukan pertemuan dan berdiskusi lebih lanjut agar situsnya bisa dibuka kembali di Indonesia.

“Seperti itu isi singkat informasi dari mereka. Jadi, kita tunggu saja proses yang sedang berjalan ini. Semua pihak diharapkan besabar, semua industri menginginkan hal yang sama,” tuturnya.

Bagi pria yang pernah menjadi salah satu petinggi di Telkomsel ini, semua bisa dilakukan (Vimeo dibuka kembali), asalkan yang terpenting apa yang ditampilkan konten sesuai nilai-nilai budaya Indonesia. “Hanya, semua harus sesuai budaya sehat Indonesia, tidak seronok,”

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya