CALIFORNIA - Seperti yang diberitakan sebelumnya, sejumlah calon astronot yang bakal meluncur ke Mars dipersiapkan untuk menjalani latihan ekstrem di wilayah lereng gunung berapi Mauna Loa, Hawaii. Mereka menghabiskan waktu dengan cara hidup yang 'membosankan'.
Dilansir Nytimes, Selasa (16/7/2013), para calon astronot Mars ini kabarnya tidur di kamar yang kecil, menggunakan tidak lebih dari delapan menit waktu untuk mandi per minggu. Mereka juga hidup dengan diet makanan yang beku dan kering.
Ketika pergi keluar dari 'gubuk'nya, mereka keluar melalui pintu khusus. Kepala sampai kaki berpakaian dengan simulasi pakaian astronot. Meskipin ini hanya 'latihan', namun apa yang terjadi bila mereka benar hidup di Mars?
Penelitian di proyek Hawaii Space Exploration Analog and Simulation (HI-SEAS) yang didanai sebagian oleh NASA, merupakan kelanjutan dari sejarah panjang upaya untuk memahami apa yang akan terjadi pada manusia yang melakukan perjalanan jauh ke luar angkasa.
Ini dikatakan lebih dari masalah teknis. Selain roket multi-tingkat diperlukan guna mendorong pesawat luar angkasa dari atmosfer Bumi, perencanaan dan perhitungan tepat dan sejumlah besar bahan bakar harus dipersiapkan.
Persiapan dengan sangat matang dibutuhkan, karena astronot nantinya akan menempuh hingga perjalanan luar angkasa sejauh puluhan juta kilometer ke Mars. Dengan teknologi yang ada saat ini, perjalanan akan memakan waktu sekira lebih dari delapan bulan.
Beberapa kalangan menilai, kondisi menjenuhkan selama perjalanan tersebut, maka astronot akan mengalami kebosanan yang menjadi salah satu ancaman terbesar bagi misi berawak ke Mars. Dengan demikian, perhatian besar diberikan untuk efek kebosanan di HI-SEAS dan Stasiun Antariksa Internasional (ISS).
Fasilitas penelitian di Antartika diharapkan benar-benar memberikan simulasi yang lebih baik untuk menempuh perjalanan ke Mars. Calon astronot ini akan melalui pelatihan dua tahun sebelum mereka benar-benar disetujui untuk meluncur.
Sebelum mereka dipilih untuk menjadi kandidat astronot Mars terpilih, mereka harus bersaing dengan ribuan pelamar lainnya. Di kelas 2013 misalnya, telah ada lebih dari 6 ribu pelamar dan hanya 8 yang dipilih. Pengujian akan sangat ketat dengan tes psikologis dan kebugaran fisik.
(Fetra Hariandja)