YOGYAKARTA - Layanan Value Added Service (VAS) merupakan tambang emas bagi industri telekomunikasi. Layanan untuk pelanggan ini sangat menjanjikan, baik dalam sisi bisnis yang menguntungkan serta mendongkrak revenue bagi perusahaan telekomunikasi.
"(Layanan VAS) ini betul-betul menjadi bisnis yang kami expect (harapkan) di masa depan," kata Gideon Edi Purnomo, Project Director Service, Content, Application, and Portal Task Force (SCAP) Telkomsel, dalam konferensi pers yang digelar usai pertemuan, VAS & Content Service Partner Gathering 2012 di Yogyakarta, Rabu (21/11/2012) malam.
Kendati menurutnya ini merupakan bisnis masa depan yang sangat menguntungkan bagi perusahaan, namun bisnis ini juga mengundang berbagai keluhan dari para pelanggan. Keluhan ini muncul terkait adanya konten push, di mana pelanggan mendapatkan pesan singkat (SMS) yang terus menerus, kesulitan dalam meng-UNREG konten, bahkan menjurus pada pencurian pulsa.
Profit bisnis hingga miliaran rupiah ini kemudian merosot drastis atau "mati suri", semenjak Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) pada Oktober 2011, mengeluarkan pemberitahuan kepada provider telekomunikasi untuk menghentikan layanan/SMS Premium tersebut.
"Dampak 2011 kemarin, menyebabkan kepercayaan pelanggan terhadap bisnis digital sangat menurun. Kami coba cermati dan mencari hikmah, apa saja yang harus diperbaiki dan yang penting adalah bagaimana kami bisa mengambil kepercayaan pelanggan," imbuhnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, berdasarkan hasil observasi perusahaan, ini bukan karena pelanggan tidak berminat terhadap digital produk. Akan tetapi, lebih pada khawatir atau takut, jika mereka mengonsumsi atau membeli, kemudian terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Oleh karena itu, guna menghidupkan dan mendorong kembali layanan tersebut, Telkomsel menyelenggarakan pertemuan dengan para mitra maupun Content Provider (CP).
"Telkomsel, inisiatif dengan seluruh mitra konten provider dan VAS. Tujuan kami ini ialah untuk mendapatkan 1 kesepahaman yang sama, tentang bagaimana (bisnis ini) ke depan. (Selain itu), kemitraan Telkomsel dengan VAS serta konten provider, dapat melanjutkan kembali (konten) kreatif yang sudah dijalankan bersama," jelas Gideon.
Layanan VAS ini merupakan harapan bagi operator. "Inisiatif ini sudah ditunggu sejak lama, karena kreatif bisnis ini, bisa menjadi harapan bagi operator. Arahnya akan ke digital," tuturnya.
Gideon menegaskan, nantinya pelanggan tidak perlu khawatir pada layanan VAS ini, karena perusahaan telah melakukan evaluasi, baik dari sisi sistem, pengiriman (delivery) serta komunikasi.
"Kami sudah menemukan apa yang di-improve sepanjang 2012, ada perbaikan-perbaikan dari segi SOP, delivery, komunikasi, sistem. (Ini) dalam rangka pelan-pelan melakukan kepercayaan kepada pelanggan, serta bersama mitra VAS, membangun itu yang (sebelumnya) runtuh," terangnya.
Tidak hanya itu, lanjutnya, pelanggan bisa berhenti langganan VAS atau UNREG kapan saja melalui handphone, tanpa perlu bantuan operator.
Saat ini Telkomsel menyediakan lebih dari 2.600 konten kreatif bagi pelanggan yang terbagi ke dalam 8 kategori (Religious, Celebrity, Information & News, Rich Content, Games, Sports, Application, Lifestyle & Entertainment). Layanan konten kreatif ini termasuk rich content dan SMS Pull Content, yang terdiri dari 2.200 Games, 16.000 Foto dan 15.000 Tones.
Provider telekomunikasi yang memiliki 122 juta pelanggan, dimana 51 juta di antaranya adalah pelanggan layanan data ini juga menanti putusan dari BRTI, terkait regulasi layanan VAS/SMS Premium.
(Amril Amarullah (Okezone))