JAKARTA - Dalam rangka modernisasi serta memenuhi kebutuhan pelanggan, PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) terapkan transformasi infrastruktur pada kabel jaringan. Dengan perubahan tersebut, Telkom siap menyambut infrastruktur akses menuju True Meaningful Broadband Indonesia (TMBI).
Mulai hari ini, bertempat di Sentral Telepon Otomat (STO) Semanggi 2 Jakarta, TMBI mulai diimpelementasikan dan diresmikan oleh Telkom. Peresmian dilakukan dengan mematikan jaringan (phase out) akses telekomunikasi kabel tembaga menjadi jaringan kabel fiber optic.
Perlu diketahui bahwa kabel tembaga ini telah melayani kebutuhan telekomunikasi pelanggan di kawasan Segitiga Emas, yakni Sudirman, Thamrin dan Kuningan. Phase out yang diberlakukan ini akan menandai diterapkannya Next Generation Network (NGN) secara end 2 end mulai dari Internet Protocol (IP) core hingga jaringan akses masif.
Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmansyah mengatakan, program ini menandai perubahan teknologi komunikasi dari analog ke teknologi berbasis IP. "Langkah Telkom menghentikan secara permanen jaringan akses telekomunikasi berbasis kabel tembaga merupakan langkah strategis sekaligus menuju jaringan Information and Communication Technology (ICT) nasional berbasis IP dan Optical Network," ujarnya di acara media briefing dan peresmian acara bertajuk Welcome Broadband Era & Thanks to Copper di STO Semanggi 2, Jakarta, Senin (30/4/2012)
"Kebutuhan bandwidth saat ini semakin besar seiring dengan meningkatnya pertumbuhan content, video dan aplikasi data yang didorong oleh user generated content," tuturnya.
Menurut Rinaldi, jaringan akses tembaga saat ini hanya mampu menyalurkan maksimal hingga 4Mbps sehingga perlu dilakukan modernisasi agar mampu menyalurkan bandwidth hingga 100Mbps dengan menggunakan teknologi berbasis multi service access node (MSAN) dan gigabit passive optical network (GPON).
Pembangunan fiber optic ini dilakukan secara luas dari ujung barat sampai ujung timur kepulauan Indonesia. Fiber optic ini memiliki total panjang 23.713 km, mencakup 345 kabupaten atau sekira 69 persen secara nasional dengan target 100 persen pada 2016.
Pada 2012, Telkom melanjutkan program modernisasi jaringan akses dengan target sebanyak 2,4 juta satuan sambungan layanan di 66 STO di Jakarta, Bandung, Cirebon, Pekalongan, Purwokerto, Semarang, Solo, Surabaya, Yogyakarta, Bandarlampung, Medan, Padang, Palembang dan Pekanbaru.
(Fetra Hariandja)