Para ilmuwan berharap sampel-sampel yang diperoleh dapat membantu menentukan apakah Phobos terbentuk dari puing-puing yang terlempar ke orbit akibat hantaman dahsyat di Mars, atau apakah ia merupakan asteroid yang tertangkap oleh gravitasi planet tersebut.
Sampel tanah dan batuan Mars telah dikumpulkan serta dianalisis di permukaan planet tersebut oleh beberapa misi sebelumnya. Wahana penjelajah Perseverance milik NASA juga telah menyimpan sampel untuk nantinya dibawa kembali ke Bumi, namun misi pengambilan sampel yang direncanakan bersama dengan Badan Antariksa Eropa (European Space Agency) kehilangan pendanaannya awal tahun ini.
Misi Tianwen-3 dari China berpotensi membawa sampel yang dikumpulkan langsung dari Mars kembali ke Bumi paling cepat pada tahun 2031.
(Rahman Asmardika)