"Kami sama sekali tidak menyangka bahwa kucing harimau Bolivia ini merupakan spesies yang berbeda," ujar ahli biologi evolusi Jonas Lescroart kepada Reuters.
Bukti genetik menunjukkan bahwa garis keturunan Tilcayo memisahkan diri dari jenis kucing harimau lainnya sekitar 1,4 juta tahun yang lalu. Para peneliti menyatakan bahwa perbedaan genetik tersebut cukup besar untuk mengindikasikan adanya perbedaan tingkat spesies di antara kucing-kucing ini.
Sejauh ini, tim peneliti baru mempelajari dua ekor Tilcayo hidup dan sejumlah kecil rekaman kamera jebak, yang berarti masih banyak hal mengenai hewan ini yang belum diketahui.
"Informasi yang kami miliki saat ini masih terbatas," ujar Lescroart.
Bukti awal mengindikasikan bahwa kucing ini kemungkinan besar aktif pada malam hari dan mungkin memangsa hewan pengerat kecil.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology tersebut juga mengidentifikasi subspesies baru kucing harimau di wilayah Yungas, Peru, yang diberi nama Leopardus tigrinus antisuyo.
Temuan ini tentu saja patut diperhatikan, namun juga disertai dengan catatan khusus.
Seekor kucing jenis baru telah teridentifikasi, dan spesies ini juga menghadapi risiko karena habitatnya semakin terancam oleh deforestasi, pertanian, kebakaran, dan pertambangan.