Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Tips Berkendara saat Terpapar Abu Vulkanik

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Selasa, 08 September 2026 |19:33 WIB
5 Tips Berkendara saat Terpapar Abu Vulkanik
Aion UT
A
A
A

JAKARTA - Debu vulkanik menimbulkan berbagai risiko bagi masyarakat, termasuk pengguna kendaraan yang harus tetap melakukan perjalanan. Paparan abu vulkanik dan debu di udara tidak hanya dapat mengurangi jarak pandang, tetapi juga berpotensi memengaruhi kondisi kendaraan serta kualitas udara di dalam kabin.

Diketahui, Gunung Anak Krakatau menggeliat aktif beberapa hari belakangan. Sebaran debu vulkanik juga sampai hingga wilayah Jabodetabek. 

Dalam menghadapi kondisi tersebut, pengguna kendaraan diingatkan untuk mengutamakan keselamatan berkendara serta memastikan kendaraan berada dalam kondisi optimal sebelum dan setelah perjalanan. 

Selain kesiapan kendaraan, perhatian terhadap kualitas udara kabin juga penting untuk menjaga kenyamanan pengemudi dan penumpang, khususnya ketika kendaraan melintasi area dengan konsentrasi debu atau abu vulkanik yang meningkat.

Apabila perjalanan tetap harus dilakukan, pengguna kendaraan disarankan terlebih dahulu memantau informasi dan arahan dari pihak berwenang terkait kondisi wilayah yang terdampak. Jika perjalanan dinilai tidak aman, menunda perjalanan merupakan pilihan yang perlu dipertimbangkan.

Ketika jarak pandang menurun akibat abu vulkanik atau debu, pengemudi perlu menyesuaikan kecepatan, menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi jalan dan lingkungan sekitar.

Selain cara berkendara, beberapa aspek kendaraan juga perlu diperhatikan untuk membantu menjaga keamanan dan kenyamanan selama perjalanan.

Berikut lima langkah yang perlu diperhatikan pengguna kendaraan, sebagaimana dibagikan GAC Indonesia, Selasa (8/9/2026): 

1. Prioritaskan Keselamatan

Pantau informasi cuaca, kondisi aktivitas vulkanik, serta arahan dari pihak berwenang sebelum bepergian. Apabila kondisi wilayah tidak memungkinkan untuk dilalui, pertimbangkan untuk menunda perjalanan.

2. Sesuaikan Kecepatan dan Cara Berkendara

Abu vulkanik dan debu dapat mengurangi jarak pandang serta membuat kondisi jalan lebih sulit diprediksi. Kurangi kecepatan, jaga jarak aman dengan kendaraan di depan, dan tetap fokus terhadap kondisi sekitar.

 

3. Perhatikan Sirkulasi Udara 

Sesuaikan pengaturan sirkulasi udara dengan kondisi lingkungan. Ketika konsentrasi debu atau abu di luar kendaraan meningkat, pengaturan sirkulasi yang sesuai dapat membantu menjaga kenyamanan udara di dalam kabin.

4. Pastikan Kondisi Filter Kabin dan AC 

Periksa kondisi filter kabin serta sistem pendingin udara secara berkala. Bagi pengguna AION, PM2.5 Cabin Filter menjadi salah satu fitur pendukung kualitas udara kabin yang tetap perlu mendapatkan perawatan sesuai kebutuhan agar dapat bekerja secara optimal.

PM2.5 merupakan istilah untuk Particulate Matter berukuran hingga 2,5 mikrometer. Partikel tersebut dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk debu halus, asap kendaraan, dan material lain yang terdapat di udara. PM2.5 Cabin Filter dirancang untuk membantu menangkap partikel berukuran kecil tersebut sehingga mendukung kualitas udara yang lebih bersih di dalam kabin.

5. Periksa dan Bersihkan Kendaraan 

Abu vulkanik dan debu dapat menempel pada permukaan eksterior maupun bagian kendaraan lainnya. Setelah melewati area dengan paparan abu atau debu yang tinggi, pengguna disarankan membersihkan kendaraan dan melakukan pemeriksaan apabila diperlukan.

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement