Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengiriman Smartphone Q2 2026 Turun, Biaya Memori Masih Berpengaruh

Rahman Asmardika , Jurnalis-Sabtu, 22 Agustus 2026 |18:03 WIB
Pengiriman Smartphone Q2 2026 Turun, Biaya Memori Masih Berpengaruh
Ilustrasi.
A
A
A
  • Xiaomi mempertahankan posisi ketiga dengan pengiriman sebanyak 31,2 juta unit (turun 26% YoY), yang menandai penurunan selama dua kuartal berturut-turut. Dengan lebih dari separuh pengirimannya mencakup perangkat berharga di bawah USD200, Xiaomi menjadi vendor yang paling terdampak oleh lonjakan biaya memori di antara lima vendor teratas, khususnya di pasar berkembang kawasan Asia-Pasifik dan Amerika Latin, di mana kenaikan harga segmen entry-level sangat membebani permintaan.
  • OPPO (termasuk Realme dan OnePlus) menempati peringkat keempat dengan pengiriman 28,4 juta unit (turun 17% YoY), seiring langkah perusahaan merampingkan portofolio tiga mereknya dan mengurangi jumlah SKU segmen entry-level demi meningkatkan profitabilitas. Vivo melengkapi daftar lima besar dengan pengiriman 21,5 juta unit (turun 18% YoY).
  • Paruh pertama tahun 2026 menandai dimulainya penyesuaian ulang yang didorong oleh faktor pasokan dalam industri ponsel pintar. Kenaikan biaya memori, penyimpanan, dan prosesor aplikasi yang terus-menerus secara mendasar mengubah prioritas vendor, mengalihkan fokus industri dari upaya memaksimalkan volume pengiriman ke upaya menjaga margin dan harga jual rata-rata (ASP).

    Para vendor beradaptasi dengan cepat melalui langkah-langkah seperti membebankan sebagian kenaikan biaya komponen kepada konsumen secara selektif, menerapkan disiplin yang lebih ketat pada portofolio segmen entry-level, serta mempercepat peralihan ke ponsel pintar kelas menengah dan premium; langkah-langkah ini membantu pendapatan industri tetap relatif stabil.

    Gangguan di tingkat regional juga turut berkontribusi pada melemahnya kinerja pasar. Di Timur Tengah, pengiriman ponsel pintar turun 18% secara tahunan (year-on-year) akibat meningkatnya ketegangan geopolitik yang mengganggu rantai pasok, aktivitas ritel, dan permintaan konsumen. Namun, berbeda dengan tekanan biaya yang terus berlanjut, Omdia memperkirakan gangguan regional ini bersifat sementara, dengan kondisi pasar yang secara bertahap akan kembali stabil pada paruh kedua tahun 2026.

    Yang tak kalah penting, harga yang lebih tinggi tidak hanya membebani permintaan dalam jangka pendek, tetapi juga telah mengubah ekspektasi harga konsumen. Seiring konsumen mulai terbiasa dengan harga ponsel pintar yang lebih tinggi, para vendor memiliki peluang lebih besar untuk menetapkan struktur harga yang secara fundamental lebih tinggi, yang pada gilirannya mendukung peningkatan ASP (harga jual rata-rata) dalam jangka panjang—melampaui siklus biaya memori saat ini. Hal ini menandai penyesuaian harga secara struktural di pasar ponsel pintar, di mana profitabilitas semakin diutamakan dibandingkan peningkatan volume penjualan.

     

    Halaman:
          
    Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
    Berita Terkait
    Telusuri berita ototekno lainnya
    Advertisement
    Advertisement
    Advertisement